Ballon d'Or 2020 Batal, Lewandowski Kumpulkan 561 Poin di Voting Alternatif

Jumat, 18 September 2026 | 01:17:02 WIB

KANALEKONOMI.ID — Robert Lewandowski mengumpulkan 561 poin dalam voting alternatif yang digelar FourFourTwo untuk menentukan pemenang Ballon d'Or 2020. Penghargaan itu sendiri resmi dibatalkan France Football pada Juli 2020 akibat pandemi COVID-19, namun hasil polling terhadap 101 jurnalis dari 101 negara menunjukkan penyerang Polandia itu unggul telak 441 poin atas Kevin De Bruyne di posisi kedua.

Keputusan France Football membatalkan Ballon d'Or 2020 diambil pada Juli tahun itu, ketika pandemi COVID-19 memaksa berbagai liga top Eropa menghentikan atau menunda kompetisi mereka. Ligue 1 bahkan menghentikan sisa musim lebih awal pada April, sementara Premier League, LaLiga, dan Bundesliga baru bisa dilanjutkan setelah tertunda berbulan-bulan.

France Football beralasan bahwa membandingkan performa pemain lintas liga dengan jumlah pertandingan dan panjang musim yang berbeda akan menghasilkan penilaian tidak adil. Liga Champions juga harus diubah menjadi format knockout satu leg tanpa penonton, sementara aturan pergantian pemain lima orang dan penundaan Euro 2020 serta Copa America semakin mengubah lanskap kompetisi.

FourFourTwo Gelar Voting Alternatif untuk Mengisi Kekosongan

Alih-alih menggelar voting jurnalis seperti biasa, France Football mengganti penghargaan 2020 dengan "Ballon d'Or Dream Team" — sebuah pemilihan sebelas pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola, bukan pemain terbaik tahun itu. Namun FourFourTwo memutuskan tetap menggelar voting versi mereka sendiri.

Majalah asal Inggris itu menyusun daftar pendek berisi 30 pemain dengan performa terbaik sepanjang 2020. Daftar tersebut kemudian dikirim ke 101 jurnalis sepak bola dari 101 negara di enam benua, masing-masing memilih lima pemain terbaik mereka.

Sistem penilaian yang digunakan mengikuti format Ballon d'Or sebelum perubahan 2022: satu jurnalis dari lebih dari 100 negara anggota FIFA memilih lima pemain dari daftar 30 nama, dengan poin 6, 4, 3, 2, dan 1 untuk masing-masing pilihan.

Lewandowski Ungguli De Bruyne dengan Selisih 441 Poin

Hasilnya tidak terbantahkan. Lewandowski mengumpulkan 561 poin, sementara Kevin De Bruyne di posisi kedua hanya meraih 120 poin. Selisih 441 poin itu bahkan melampaui rekor margin kemenangan terbesar sepanjang sejarah Ballon d'Or, mengalahkan jarak 429 poin yang diraih Cristiano Ronaldo saat menang pada 2016.

Sadio Mane melengkapi posisi tiga besar dengan 113 poin, disusul Lionel Messi (101 poin) dan Cristiano Ronaldo (98 poin). Manuel Neuer berada di urutan keenam dengan 69 poin, diikuti Virgil van Dijk (67), Kylian Mbappe (64), Joshua Kimmich (59), dan Neymar (48) yang menutup sepuluh besar.

Erling Haaland yang saat itu baru mencuri perhatian bersama Borussia Dortmund harus puas di posisi 11 dengan 43 poin, hanya berselisih satu poin dari Mohamed Salah di urutan 12. Thomas Muller (36), Sergio Ramos (27), serta Thiago Alcantara dan Serge Gnabry yang berbagi posisi 15 dengan 23 poin melengkapi daftar papan tengah.

Di Maria Satu-satunya Pemain Tanpa Poin

Angel Di Maria menjadi satu-satunya pemain dari 30 nama yang tidak mendapat satu pun poin. Ironisnya, empat panelis justru menempatkan Lewandowski di luar lima pilihan mereka — sebuah keputusan yang sulit dipahami mengingat dominasi penyerang Bayern Munich itu sepanjang musim 2019/2020.

Dari catatan voting, jurnalis Indonesia Tio Prasetyo dari Box2Box memilih Lewandowski di urutan pertama, disusul Bruno Fernandes, Virgil van Dijk, Alphonso Davies, dan Trent Alexander-Arnold. Sementara panelis dari Israel, Michael Yokhin, menempatkan Thomas Muller di puncak dan Lewandowski baru di posisi kedua.

Perdebatan soal Ballon d'Or 2020 memang tak akan pernah selesai secara resmi. Namun data polling FourFourTwo memberikan gambaran jelas: jika penghargaan itu tetap digelar, Lewandowski nyaris pasti membawa pulang trofi pertamanya jauh sebelum akhirnya benar-benar meraihnya pada 2021.

Terkini