JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas. Pendekatan ini dikenal dengan sebutan hexahelix, yang memadukan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan kolaborasi strategis.
Salah satu bentuk kolaborasi dilakukan bersama Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR). Menekraf Riefky menilai komunitas ini selaras dengan agenda pembangunan nasional dan mampu memperkuat ekonomi kreatif di tingkat lokal.
Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Riefky, ekonomi kreatif kini menjadi The New Engine of Growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi ini berfokus pada potensi sumber daya manusia yang non-ekstraktif, menggantikan ketergantungan daerah pada sumber daya alam.
“Di antara banyak daerah yang dulunya fokus pada sumber daya alam, kini transformasinya mengarah pada potensi sumber daya manusia yang non-ekstraktif dan dapat dipercepat melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.
Ekonomi kreatif mampu menjadi sumber pertumbuhan baru yang mengangkat perekonomian daerah. Keterlibatan komunitas seperti GEMPAR strategis dalam membangun rantai nilai ekonomi kreatif mulai dari asosiasi hingga pengembangan kewirausahaan.
Kolaborasi GEMPAR dan Pemerintah
GEMPAR merupakan organisasi pemuda lintas gereja Kristen-Katolik yang tersebar di berbagai daerah. Organisasi ini memosisikan diri sebagai mitra kolaboratif dalam penguatan kapasitas generasi muda dan pengembangan SDM ekonomi kreatif berbasis keberagaman.
Riefky menyebut ekonomi kreatif kini bisa dianalogikan sebagai tambang baru. “Kalau dulu kepala daerah melihat potensi tambang sumber daya alam, sekarang bagaimana memetakan potensi tambang baru dari ekonomi kreatif, seperti musik, seni pertunjukan, atau subsektor lainnya,” ujarnya.
Kolaborasi ini memungkinkan komunitas lokal untuk berperan aktif dalam menciptakan peluang ekonomi baru. Selain itu, pendekatan berbasis komunitas mempermudah akses generasi muda terhadap program pelatihan dan pengembangan kewirausahaan.
Peluang Ekonomi Kreatif bagi Generasi Muda
Ketua Umum GEMPAR, Yohanes HD Sirait, menekankan sektor ekonomi kreatif sebagai ruang strategis bagi generasi muda. Sektor ini memberi peluang bagi anak muda untuk berkembang dan memanfaatkan bonus demografi secara produktif.
“Sektor-sektor yang sudah mapan cenderung sulit dimasuki anak muda, sementara ekonomi kreatif memberi ruang bagi semua untuk bertumbuh. Kita melihat ekonomi kreatif sebagai kunci untuk memastikan generasi muda menjadi produktif,” kata Yohanes.
Jika bonus demografi tidak dimanfaatkan melalui sektor produktif seperti ekonomi kreatif, kata Yohanes, hal itu justru bisa menjadi beban bagi pembangunan nasional. Dengan dukungan pemerintah, generasi muda memiliki peluang untuk berinovasi dan menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi kreatif.
Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Namun juga menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi pengembangan kewirausahaan, seni, budaya, dan inovasi di seluruh Indonesia.
Riefky menekankan pentingnya integrasi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, hingga sektor pendidikan. Strategi ini diyakini dapat memperluas dampak ekonomi kreatif secara nasional, sekaligus menciptakan peluang lapangan kerja baru bagi generasi muda.
Kolaborasi yang terjalin antara GEMPAR dan pemerintah menjadi contoh nyata bahwa pembangunan ekonomi kreatif bisa dimulai dari level komunitas. Model ini diharapkan bisa direplikasi di daerah lain untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif secara merata.