JAWA BARAT — AMY menegaskan bahwa setiap rupiah investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Tanpa itu, angka pertumbuhan hanyalah statistik yang tidak menyentuh kebutuhan dasar warga.
"Pertumbuhan tinggi jika tidak bisa dinikmati rakyat maka tidaklah bermanfaat. Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat," tegas AMY dalam amanatnya.
Kesejahteraan Rakyat, Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas
Menurut AMY, indikator keberhasilan pembangunan bagi masyarakat tidak pernah lepas dari hal-hal konkret sehari-hari. Mulai dari harga bahan pokok seperti beras hingga besaran penghasilan bulanan menjadi ukuran utama yang dirasakan langsung oleh warga.
Ia mengingatkan bahwa syukur atas kenaikan pertumbuhan ekonomi harus disertai evaluasi kritis. Tujuan akhir dari seluruh kebijakan ekonomi, kata dia, adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mengejar rekor pertumbuhan.
"Kita bersyukur pertumbuhan ekonomi kita terus mengalami kenaikan. Namun, tujuan akhir pertumbuhan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Investasi Harus Berdampak Langsung pada Kualitas Hidup
AMY menyoroti pentingnya memastikan arus investasi memberikan efek berantai bagi ekonomi domestik. Ia menekankan bahwa proyek-proyek bernilai besar tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan harus berujung pada peningkatan daya beli dan kualitas hidup masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa memaknai kemerdekaan sebagai momentum pembangunan yang berpihak pada rakyat. Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan DPP PKS ini menjadi ajang menegaskan kembali komitmen tersebut di hadapan kader dan simpatisan partai.
Pernyataan AMY ini muncul di tengah diskursus nasional mengenai kualitas pertumbuhan ekonomi yang kerap dipertanyakan karena belum sepenuhnya terasa dampaknya oleh kelompok berpendapatan rendah. Tekanan harga pangan dan stagnasi upah menjadi isu yang paling sering dikeluhkan masyarakat.