Buyback Rp 90,73 Miliar Tuntas, BRI Kantongi 31 Juta Saham BBRI

Buyback Rp 90,73 Miliar Tuntas, BRI Kantongi 31 Juta Saham BBRI
BRI merampungkan buyback 31 juta lembar saham BBRI senilai Rp 90,73 miliar pada 11 September 2026.

KANALEKONOMI.ID — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) merampungkan pembelian kembali saham alias buyback senilai Rp 90,73 miliar. Aksi korporasi berkode saham BBRI itu dieksekusi pada 11 September 2026, sesuai keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia yang dikutip Rabu (16/9/2026).

Realisasi ini menutup periode buyback yang dibuka BRI sejak pertengahan tahun. Dari laporan ke bursa, perseroan membeli kembali 31 juta lembar saham dengan nilai Rp 90.373.316.000.

Alasan Buyback di Tengah Pasar Berfluktuasi

BRI melaporkan buyback dijalankan saat kondisi pasar bergerak fluktuatif secara signifikan. Langkah ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 13/2023 dan surat OJK terkait pengumuman buyback perusahaan pada 12 Juni sebelumnya.

Dalam keterbukaan informasi yang dibagikan BRI sebelumnya, nilai seluruh buyback pada 2026 direncanakan Rp 500 miliar. Eksekusinya dilakukan melalui satu anggota bursa efek, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat tiga bulan setelah keterbukaan informasi diterbitkan.

Dengan batas waktu tersebut, BRI punya ruang merealisasikan rencana buyback hanya sampai 11 September 2026. Setelah tanggal itu, periode buyback berakhir dan perseroan melaporkan pelaksanaannya telah rampung.

Untuk Apa 31 Juta Saham Hasil Buyback?

Saham yang telah dibeli kembali bakal dipakai untuk program kepemilikan saham pekerja dan/atau direksi serta dewan komisaris. Pengalihannya nanti dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Manajemen memastikan tidak ada dampak kejadian, informasi, atau fakta material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan setelah aksi ini.

Buyback menjadi salah satu cara emiten mengelola jumlah saham beredar di pasar. Bagi investor, aksi ini kerap dipantau karena menyangkut struktur kepemilikan dan program insentif internal perusahaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index