Nilai Tukar Rupiah di Rp 17.720, Pasar Menanti Data Inflasi dan Perdagangan

Nilai Tukar Rupiah di Rp 17.720, Pasar Menanti Data Inflasi dan Perdagangan
Rupiah menguat tipis 2 poin ke level Rp 17.720 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (1/9/2025).

KANALEKONOMI.ID — Analis Doo Financial, Lukman Leong, menilai potensi apresiasi rupiah sejalan dengan koreksi dolar AS. Namun, ruang penguatan mata uang domestik masih terbatas karena pelaku pasar cenderung wait and see.

“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS yang terkoreksi. Investor cenderung wait and see menantikan data-data inflasi dan perdagangan Indonesia siang ini,” ujar Lukman pada Selasa (1/9/2025).

Dua Data Ekonomi yang Dinanti Pasar Siang Ini

Pasar tengah menantikan rilis data inflasi dan perdagangan periode Juli sebagai petunjuk mengenai kondisi fundamental ekonomi domestik serta arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Data tersebut akan menjadi sinyal bagi pergerakan rupiah selanjutnya dalam jangka pendek.

Sikap menahan diri ini tercermin dari pergerakan rupiah yang nyaris stagnan sejak pembukaan. Hingga pukul 09.26 WIB, rupiah hanya menguat 2 poin atau 0,01% dari level pembukaan.

Analis Proyeksikan Rupiah Bergerak di Rentang Rp 17.650 - Rp 17.800

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp 17.650 hingga Rp 17.800 per dolar AS. Level support dan resistance tersebut dinilai mampu menahan fluktuasi nilai tukar di tengah minimnya sentimen baru.

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah 29 poin atau 0,16% ke level Rp 17.722 per dolar AS. Angka tersebut turun dibandingkan akhir perdagangan Jumat (28/8/2025) yang berada di posisi Rp 17.693 per dolar AS.

Tekanan Eksternal Masih Membayangi

Di sisi lain, tekanan dari eksternal tetap perlu dicermati, terutama pergerakan harga minyak dunia dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Kedua faktor tersebut berpotensi memicu volatilitas dolar AS secara global, yang pada akhirnya memengaruhi laju rupiah di pasar valas.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data domestik dan sentimen eksternal sebelum mengambil posisi. Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index